Standar BPOM kertas makanan sangat penting untuk dipahami oleh pelaku usaha kuliner maupun konsumen karena kertas pembungkus dapat bersentuhan langsung dengan pangan. Kertas yang terlihat bersih atau memiliki permukaan tertentu belum tentu otomatis sesuai digunakan sebagai pembungkus makanan. Keamanan bahan, zat yang digunakan pada kemasan, serta kesesuaiannya dengan kondisi pangan menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Bagi pelaku usaha yang menggunakan kertas untuk membungkus nasi, lauk, gorengan, bakery, maupun berbagai makanan lainnya, memahami ketentuan keamanan kemasan dapat membantu menentukan produk yang lebih sesuai. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan tersebut adalah Kertas Nasi Cap Gajah, yang tersedia dalam jenis LWK dan LMG.
Apa yang Dimaksud Standar BPOM untuk Kertas Makanan?
Istilah standar BPOM kertas makanan pada dasarnya berkaitan dengan ketentuan keamanan kemasan pangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan menjadi regulasi yang saat ini berlaku untuk mengatur kemasan pangan di Indonesia. Kertas dan karton termasuk dalam kelompok bahan yang digunakan pada kemasan pangan sehingga penggunaannya perlu memperhatikan persyaratan keamanan yang berlaku.
Tujuannya adalah memastikan material yang digunakan sebagai kemasan tidak menimbulkan risiko terhadap pangan ketika digunakan sesuai peruntukannya.
Hal ini penting karena kemasan dapat bersentuhan secara langsung maupun tidak langsung dengan makanan. Pada kertas nasi, misalnya, bagian permukaan kertas dapat bersentuhan dengan nasi, lauk, minyak, saus, atau bahan makanan lainnya selama proses pembungkusan.
Karena itu, keamanan kertas makanan tidak cukup ditentukan hanya dengan melihat warna, ketebalan, maupun tampilannya.
Perlu dipahami pula bahwa ketentuan BPOM mengenai kemasan pangan tidak berarti setiap lembar kertas makanan memiliki nomor izin edar BPOM seperti produk pangan olahan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bahan kemasan dan zat kontak pangannya memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku sesuai penggunaan.
Dengan memahami perbedaannya, konsumen maupun pelaku usaha dapat lebih cermat ketika menemukan istilah seperti food grade, aman untuk makanan, atau sesuai untuk kontak pangan.
Apa Saja yang Diperhatikan dalam Keamanan Kertas Kemasan Pangan?
Keamanan kemasan pangan melibatkan lebih dari satu aspek. Bahan yang digunakan, kontak dengan makanan, hingga potensi perpindahan zat dari kemasan perlu menjadi perhatian.
Bahan yang Digunakan
Kertas dan karton merupakan salah satu kategori bahan yang dapat digunakan dalam kemasan pangan.
Namun, bukan berarti seluruh produk berbahan kertas otomatis dapat digunakan untuk membungkus makanan.
Jenis bahan, zat tambahan, pelapis, tinta, maupun komponen lain yang digunakan dapat memengaruhi kesesuaiannya sebagai kemasan pangan.
Oleh karena itu, pelaku usaha sebaiknya menggunakan kertas yang memang dibuat dan diperuntukkan untuk kebutuhan makanan, bukan mengambil kertas untuk fungsi umum kemudian menggunakannya sebagai pembungkus pangan.
Keamanan Saat Kontak dengan Makanan
Kertas pembungkus dapat bersentuhan dengan makanan dalam berbagai kondisi.
Ada makanan kering, berminyak, lembap, hingga makanan yang masih hangat ketika dibungkus.
Perbedaan kondisi tersebut dapat memengaruhi interaksi antara makanan dan material kemasan.
Karena itu, penggunaan kertas perlu disesuaikan dengan peruntukannya. Produk yang dirancang untuk kontak langsung dengan pangan lebih tepat digunakan dibandingkan kertas umum yang tidak memiliki informasi tersebut.
Migrasi Zat dari Kemasan
Salah satu istilah penting dalam keamanan kemasan pangan adalah migrasi.
Secara sederhana, migrasi merupakan perpindahan zat tertentu dari material kemasan menuju pangan. Dalam ketentuan keamanan kemasan pangan, batas migrasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan untuk memastikan penggunaan kemasan tidak menyebabkan perpindahan zat melebihi batas yang diperbolehkan. Informasi dan kajian BPOM mengenai kemasan pangan juga mencakup batas migrasi untuk bahan kemasan, termasuk kertas dan karton.
Bagi konsumen, pembahasan mengenai migrasi memang terdengar teknis. Namun, pesan sederhananya adalah bahwa kertas makanan harus dibuat dengan mempertimbangkan apa yang dapat berpindah dari kemasan ke makanan ketika keduanya bersentuhan.
Inilah salah satu alasan mengapa penggunaan kertas sembarangan sebagai pembungkus makanan sebaiknya dihindari.
Kesesuaian dengan Jenis Makanan
Jenis makanan juga perlu menjadi pertimbangan.
Kertas untuk makanan kering belum tentu memiliki kebutuhan yang sama dengan pembungkus makanan yang banyak mengandung minyak.
Untuk nasi beserta lauk berminyak, gorengan, burger, kebab, atau makanan serupa, misalnya, keberadaan lapisan yang membantu menahan rembesan dapat menjadi karakteristik penting.
Sementara itu, penggunaan sebagai alas makanan dapat membutuhkan ukuran dan karakter kertas yang berbeda.
Karena itu, selain memperhatikan aspek keamanan, pelaku usaha juga perlu menyesuaikan produk dengan kondisi makanan yang dijual.
Apakah Semua Kertas Bisa Digunakan untuk Membungkus Makanan?
Tidak semua kertas sebaiknya digunakan untuk kontak langsung dengan makanan.
Kertas dibuat untuk berbagai kebutuhan. Ada kertas untuk menulis dan mencetak, membungkus barang, keperluan industri, hingga produk yang memang dibuat sebagai kemasan pangan.
Perbedaan peruntukan tersebut penting.
Sebagai contoh, BPOM pernah mengingatkan konsumen mengenai penggunaan kertas koran sebagai wadah primer yang bersentuhan langsung dengan makanan. Penggunaan kertas bekas atau koran untuk mewadahi pangan juga menjadi salah satu praktik yang tidak dianjurkan dalam edukasi keamanan pangan BPOM.
Karena itu, penampilan fisik kertas tidak dapat menjadi satu-satunya acuan.
Kertas yang terlihat tebal belum tentu cocok digunakan untuk makanan.
Kertas berwarna putih juga tidak otomatis berarti aman.
Begitu pula dengan kertas berwarna coklat yang belum tentu merupakan kertas nasi atau kertas minyak.
Pelaku usaha sebaiknya melihat peruntukan produk dan informasi dari produsennya sebelum menggunakan suatu jenis kertas untuk makanan.
Bagaimana Memilih Kertas Makanan yang Aman?
Setelah memahami Standar BPOM Kertas Makanan, pelaku usaha dapat menerapkannya dalam proses memilih pembungkus sehari-hari.
Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan.
1. Periksa Peruntukan Produk
Pastikan produk memang dijual atau diproduksi sebagai kertas untuk kebutuhan makanan.
Jangan menggunakan kertas umum sebagai pengganti hanya karena memiliki ukuran atau tampilan yang mirip.
Informasi tersebut biasanya dapat dilihat pada kemasan maupun penjelasan resmi dari produsen.
2. Perhatikan Informasi Food Grade
Jika kertas akan bersentuhan langsung dengan makanan, perhatikan apakah terdapat informasi mengenai kesesuaiannya untuk kontak pangan.
Hal ini semakin penting untuk bisnis kuliner karena kertas digunakan secara rutin pada produk yang diberikan langsung kepada konsumen.
3. Sesuaikan dengan Jenis Makanan
Jenis makanan menentukan karakter pembungkus yang dibutuhkan.
Untuk makanan berminyak, pilih kertas yang memiliki lapisan untuk membantu menahan rembesan minyak.
Sementara untuk kebutuhan penyajian, pertimbangkan apakah kertas akan digunakan sebagai pembungkus penuh atau hanya sebagai alas makanan.
4. Perhatikan Identitas Produsen
Produk dengan identitas produsen yang jelas lebih mudah ditelusuri informasinya.
Pelaku usaha dapat mengetahui siapa yang memproduksi kertas, jenis produknya, peruntukan, serta informasi lain yang dibutuhkan sebelum melakukan pembelian.
Hal ini juga penting bagi bisnis yang menggunakan produk dalam jumlah banyak dan melakukan pembelian secara rutin.
5. Jangan Menggunakan Kertas Sembarangan
Harga yang murah atau ketersediaan yang mudah sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menggunakan kertas yang tidak jelas peruntukannya.
Pembungkus merupakan material yang dapat bersentuhan langsung dengan makanan.
Karena itu, keamanan dan kesesuaian fungsi perlu menjadi pertimbangan sebelum harga.
Kertas Nasi Cap Gajah sebagai Pilihan Kertas Food Grade
Setelah memahami aspek keamanan kertas makanan, langkah berikutnya adalah memilih produk yang memang dibuat untuk kebutuhan pangan.
Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah Kertas Nasi Cap Gajah yang diproduksi oleh PT Suparma Tbk.



Berdasarkan informasi resmi PT Suparma Tbk, Kertas Nasi Cap Gajah tersedia dalam dua jenis utama, yaitu Laminated Wrapping Kraft (LWK) atau kertas nasi coklat dan Laminated Machine Glazed (LMG) atau kertas nasi putih. Keduanya dinyatakan food grade untuk penggunaan yang bersentuhan langsung dengan makanan dan juga telah memiliki sertifikasi Halal.
Kertas Nasi Cap Gajah juga memiliki lapisan laminasi yang membuatnya relevan untuk berbagai kebutuhan pembungkus makanan, terutama makanan yang mengandung minyak.
Lapisan tersebut membantu menahan minyak agar tidak mudah merembes menuju bagian luar kertas.
Poin pentingnya adalah Cap Gajah tidak perlu disebut sebagai “kertas bersertifikat BPOM” apabila tidak terdapat dokumen khusus yang membuktikan klaim tersebut.
Yang dapat dijadikan pertimbangan adalah karakter produk yang memang food grade dan dibuat untuk kebutuhan kontak langsung dengan makanan.
Pahami Standar sebelum Memilih Kertas Makanan
Memahami Standar BPOM Kertas Makanan membantu konsumen dan pelaku usaha melihat bahan pembungkus dari aspek yang lebih luas daripada sekadar warna, ketebalan, atau harga.
Regulasi terbaru mengenai kemasan pangan di Indonesia adalah Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan, yang berlaku sejak diundangkan pada 30 Juni 2026 dan mencabut Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019.
Dalam memilih kertas makanan, perhatikan peruntukan produk, keamanan untuk kontak pangan, potensi migrasi zat, karakter makanan yang dibungkus, serta kejelasan informasi dari produsen.
Tidak semua jenis kertas dapat digunakan sebagai pembungkus makanan hanya karena secara fisik terlihat cocok.
Untuk kebutuhan usaha kuliner, Kertas Nasi Cap Gajah dapat menjadi salah satu pilihan kertas food grade. Produk ini tersedia dalam jenis LWK berwarna coklat dan LMG berwarna putih sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembungkusan maupun penyajian makanan.
Dapatkan Cap Gajah dengan harga termurah dan 100% original dengan klik tombol bawah ini.