Memilih kertas bungkus roti bakar perlu disesuaikan dengan karakter roti yang dijual. Roti bakar umumnya menggunakan margarin atau butter dan dapat dilengkapi berbagai isian seperti cokelat, keju, selai, hingga susu kental manis. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan kertas pembungkus makanan yang praktis sekaligus sesuai dengan kebutuhan penyajian roti bakar.
Kebutuhan tersebut semakin penting untuk usaha yang melayani pesanan takeaway. Selain mudah digunakan, kertas dapat menjadi bagian dari kemasan untuk membantu menjaga makanan sebelum diterima dan dinikmati oleh pelanggan.
Margarin dan Isian Perlu Dipertimbangkan Saat Membungkus Roti Bakar
Salah satu ciri khas roti bakar adalah penggunaan margarin atau butter sebelum roti dipanggang. Setelah matang, roti juga dapat diberi berbagai isian atau topping sesuai menu yang ditawarkan.
Kombinasi tersebut membuat permukaan roti berpotensi meninggalkan minyak atau sisa topping pada kemasan. Karena itu, penggunaan sembarang kertas belum tentu sesuai untuk kebutuhan usaha roti bakar, terutama ketika roti akan dibawa pulang atau dikemas kembali ke dalam box.
Seperti Apa Bungkus Roti Bakar yang Direkomendasikan?
Jenis penyajian roti bakar cukup beragam. Ada yang menjualnya dalam bentuk utuh, dipotong menjadi beberapa bagian, hingga menjual roti bakar individual untuk camilan praktis.
Perbedaan tersebut perlu dipertimbangkan ketika memilih kertas pembungkus. Beberapa karakter yang dapat diperhatikan antara lain:
- Sesuaikan dengan ukuran roti yang Anda jual
- Anti rembes untuk menahan minyak yang berlumuran topping dan lelehan butter/margarin
- Mudah terurai karena pakai Oxo Biodegradable Catalyst.
Baca Juga: Kemasan Produk Makanan yang Pakai Oxo Biodegradable Catalyst
Dengan kertas yang sesuai, pelaku usaha dapat menyesuaikan metode pengemasan dengan ukuran porsi dan konsep penyajian masing-masing.
Kertas Bungkus “Cap Gajah” untuk Kemasan Roti Bakar
Pelaku usaha roti bakar dapat mempertimbangkan kertas pembungkus makanan Cap Gajah untuk mendukung kebutuhan kemasan sehari-hari.
Kertas Cap Gajah dapat digunakan sebagai pembungkus langsung maupun sebagai lapisan sebelum roti bakar dimasukkan ke dalam box atau kemasan lainnya. Lapisan pada kertas membantu menahan minyak sehingga dapat mengurangi risiko minyak dari margarin atau butter merembes ke bagian luar pembungkus.
Penggunaannya juga fleksibel untuk berbagai skala usaha, mulai dari gerobak roti bakar, kedai camilan, kafe, hingga bisnis takeaway.
Lebih Baik LWK atau LMG untuk Roti Bakar?



Cap Gajah terdiri LWK (Laminated Wrapping Kraft) dan LMG (Laminated Machine Glazed) yang dapat disesuaikan dengan makanan yang ingin Anda bungkus.
LWK Cap Gajah memiliki tampilan kertas berwarna coklat. Pilihan ini dapat dipertimbangkan untuk usaha roti bakar yang menjualnya dengan ukuran yang besar. Sementara itu, LMG Cap Gajah dengan warnanya putih berukuran lebih kecil sehingga ini bisa dipakai untuk alas atau bungkus roti bakar yang ukurannya lebih kecil.
Dengan demikian baik LMG atau LWK, keduanya sama-sama bisa dipakai untuk pembungkus roti bakar dengan menyesuaikan ukurannya.
Lengkapi Kemasan Usaha Roti Bakar dengan Cap Gajah
Roti bakar yang baru selesai dipanggang perlu dikemas dengan praktis agar pesanan dapat segera diberikan kepada pelanggan. Terlebih ketika menggunakan margarin, butter, dan beragam isian, pemilihan material pembungkus menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Kertas bungkus roti bakar Cap Gajah dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang membutuhkan kertas pembungkus untuk mendukung penyajian takeaway. Tersedia pilihan LWK berwarna coklat maupun LMG berwarna putih yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Pilih kertas Cap Gajah berdasarkan ukuran roti dan konsep kemasan bisnis Anda. Untuk kebutuhan usaha dalam jumlah besar, hubungi tim sales atau distributor Cap Gajah untuk mendapatkan informasi produk dan pemesanan.