21 Jenis Mie Ramen Jepang dan Ciri Khasnya

Kini restoran Ramen sudah banyak di Indonesia. Tapi itu hanya menggunakan beberapa jenis mie ramen Jepang di dalam artikel ini.

Padahal jenis-jenis mie ramen asli Jepang ada sebanyak lebih dari 20 jenis dengan berbagai perbedaannya.

Meskipun sama-sama berbahan dasar tepung, tapi dengan mengenal jenis-jenisnya maka kamu akan lebih paham soal Ramen Jepang.

1. Shoyu Ramen (Ramen Kuah Kecap Asin)

Shoyu ramen merupakan salah satu jenis mie ramen Jepang yang paling klasik dan banyak ditemukan di berbagai restoran. Hidangan ini menggunakan kecap asin Jepang atau shoyu sebagai bumbu utama untuk memberikan rasa gurih.

Kuahnya umumnya berwarna cokelat bening dengan cita rasa asin dan kaya umami. Shoyu ramen biasanya disajikan bersama irisan daging, telur rebus, daun bawang, serta rumput laut.

Perpaduan rasa yang seimbang membuat shoyu ramen cocok bagi pengunjung yang baru pertama kali mencoba ramen khas Jepang.

2. Shio Ramen (Ramen Kuah Garam)

Shio ramen merupakan ramen dengan garam sebagai bumbu utama kuahnya. Dibandingkan beberapa variasi ramen lainnya, shio ramen memiliki karakter kuah yang relatif ringan dan jernih.

Kaldu yang digunakan dapat berasal dari ayam, ikan, maupun bahan lainnya. Rasanya cenderung gurih tanpa terlalu banyak bumbu pekat.

Shio ramen cocok untuk pencinta makanan berkuah yang menginginkan cita rasa sederhana, tetapi tetap memiliki aroma kaldu yang khas.

3. Miso Ramen (Ramen Kuah Kedelai Fermentasi)

Miso ramen termasuk jenis mie ramen Jepang yang terkenal dengan kuah kaya rasa. Hidangan ini menggunakan miso atau pasta kedelai fermentasi sebagai salah satu bahan utama bumbunya.

Ramen ini sangat identik dengan wilayah Sapporo di Hokkaido. Kuahnya cenderung gurih, aromatik, dan memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan shio ramen.

Topping yang sering digunakan antara lain jagung manis, mentega, tauge, daun bawang, serta irisan daging.

4. Tonkotsu Ramen (Ramen Kaldu Tulang Babi)

Tonkotsu ramen merupakan ramen yang dibuat menggunakan kaldu tulang babi. Proses perebusan tulang dalam waktu lama menghasilkan kuah putih keruh dengan tekstur kental dan creamy.

Rasa kaldunya sangat gurih dengan karakter yang kuat. Tonkotsu ramen biasanya dipadukan dengan mi tipis, irisan daging babi, telur, serta daun bawang.

Karena menggunakan tulang babi sebagai bahan utama kaldu, tonkotsu ramen tradisional termasuk makanan nonhalal.

5. Tori Paitan Ramen (Ramen Kaldu Ayam Kental)

Bagi pencinta jenis mie ramen Jepang dengan kuah creamy, tori paitan ramen menjadi pilihan yang menarik. Hidangan ini menggunakan kaldu ayam yang dimasak hingga menghasilkan kuah putih keruh dan kental.

Sekilas tampilannya menyerupai tonkotsu ramen. Namun, perbedaan utama terletak pada bahan dasar kaldu yang menggunakan ayam.

Tori paitan umumnya disajikan bersama irisan ayam, telur, daun bawang, dan berbagai pelengkap lainnya.

6. Tsukemen (Ramen Celup)

Tsukemen merupakan ramen dengan cara penyajian berbeda karena mi dan kuah disajikan secara terpisah.

Mi yang digunakan biasanya lebih tebal dan kenyal, sedangkan kuah celupnya memiliki rasa lebih pekat dibandingkan kuah ramen biasa.

Cara menikmatinya adalah dengan mencelupkan mi ke dalam kuah sebelum dimakan. Teknik penyajian ini membuat pelanggan dapat merasakan tekstur mi secara lebih jelas.

7. Tantanmen (Ramen Pedas Wijen)

Tantanmen merupakan salah satu jenis mie ramen Jepang yang cocok untuk pencinta makanan pedas. Hidangan ini merupakan adaptasi Jepang dari mi dan dan asal Tiongkok.

Kuahnya dibuat menggunakan pasta wijen, minyak cabai, dan berbagai bumbu aromatik sehingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan creamy.

Tantanmen biasanya dilengkapi topping berupa daging cincang, sayuran hijau, serta daun bawang untuk menambah cita rasa.

8. Yokohama Iekei Ramen (Ramen Gaya Yokohama)

Yokohama Iekei ramen merupakan ramen khas Yokohama yang menggunakan perpaduan kaldu tulang babi dan bumbu kecap asin.

Kuahnya memiliki rasa gurih yang kuat dengan tekstur cenderung kental. Jenis mi yang digunakan biasanya berbentuk lurus dan relatif tebal.

Topping khasnya meliputi bayam, lembaran rumput laut, telur, serta irisan daging babi. Kombinasi tersebut menghasilkan ramen dengan rasa yang kaya.

9. Hachioji Ramen (Ramen Khas Hachioji)

Hachioji ramen merupakan jenis mie ramen Jepang yang berasal dari kawasan Hachioji di Tokyo. Hidangan ini dikenal dengan kuah berbumbu kecap asin serta penggunaan bawang bombai cincang.

Penambahan bawang bombai memberikan aroma dan rasa manis alami yang khas. Kuahnya juga sering dilengkapi minyak atau lemak untuk memperkaya cita rasa.

Hachioji ramen cocok bagi pencinta ramen dengan perpaduan rasa gurih dan aroma bawang yang kuat.

10. Asahikawa Shoyu Ramen (Ramen Kecap Asin Asahikawa)

Asahikawa shoyu ramen merupakan hidangan khas Kota Asahikawa di Hokkaido yang terkenal dengan kuah kecap asin.

Kaldu ramen ini sering dibuat menggunakan perpaduan bahan hewani dan seafood. Hasilnya adalah kuah gurih dengan aroma yang kaya.

Salah satu keunikannya adalah lapisan minyak di permukaan kuah yang membantu menjaga suhu ramen tetap hangat, terutama ketika dinikmati saat musim dingin.

11. Hakata Tonkotsu Ramen (Ramen Tulang Babi Hakata)

Hakata tonkotsu ramen merupakan salah satu jenis mie ramen Jepang yang berasal dari kawasan Hakata di Fukuoka.

Ramen ini terkenal dengan kuah kaldu tulang babi berwarna putih keruh dan rasa yang sangat gurih. Mi yang digunakan umumnya tipis dan lurus sehingga cepat matang.

Topping yang sering digunakan meliputi irisan daging babi, daun bawang, acar jahe merah, serta telur rebus.

12. Kurume Ramen (Ramen Khas Kurume)

Kurume ramen berasal dari Kota Kurume di Prefektur Fukuoka dan dikenal sebagai salah satu gaya ramen tonkotsu tradisional.

Kuahnya dibuat menggunakan kaldu tulang babi yang memiliki rasa kuat dan aroma khas. Beberapa kedai menggunakan teknik memasak kaldu secara berkelanjutan untuk mempertahankan cita rasanya.

Kurume ramen biasanya disajikan bersama mi, irisan daging babi, daun bawang, dan berbagai topping sederhana.

13. Kitakata Ramen (Ramen Khas Kitakata)

Kitakata ramen merupakan salah satu jenis mie ramen Jepang yang terkenal dengan bentuk mi tebal, pipih, serta sedikit bergelombang.

Hidangan ini berasal dari Kota Kitakata di Prefektur Fukushima. Kuahnya umumnya menggunakan kecap asin dengan karakter rasa gurih yang tidak terlalu berat.

Kitakata ramen sering disajikan dengan irisan daging, rebung, dan daun bawang. Tekstur mi yang kenyal menjadi salah satu daya tarik utamanya.

14. Nagasaki Champon (Mi Kuah Campur Nagasaki)

Nagasaki champon merupakan hidangan mi khas Nagasaki yang berkembang dari pengaruh kuliner Tionghoa di Jepang.

Hidangan ini menggunakan mi tebal dengan kuah gurih serta campuran sayuran, seafood, dan daging. Berbeda dari ramen biasa, bahan-bahan champon umumnya dimasak bersama sebelum disajikan.

Walaupun kerap dibahas bersama ramen, Nagasaki champon sebenarnya merupakan hidangan mi tersendiri dengan teknik memasak yang berbeda.

15. Mazesoba (Mi Aduk Tanpa Kuah)

Mazesoba merupakan variasi jenis mie ramen Jepang yang disajikan tanpa kuah. Hidangan ini menggunakan saus dan minyak aromatik yang dicampurkan langsung dengan mi.

Topping mazesoba dapat berupa daging cincang, telur, daun bawang, rumput laut, dan berbagai bumbu tambahan.

Sebelum disantap, seluruh bahan diaduk hingga saus melapisi permukaan mi. Cara penyajian tersebut menghasilkan cita rasa gurih yang terkonsentrasi.

16. Abura Soba (Mi Minyak Tanpa Kuah)

Abura soba merupakan hidangan mi Jepang tanpa kuah yang menggunakan campuran minyak dan saus berbasis kecap asin sebagai bumbu utama.

Mi disajikan bersama berbagai topping seperti telur, irisan daging, daun bawang, dan rumput laut.

Sebelum dimakan, pelanggan perlu mengaduk seluruh bahan agar saus dan minyak tercampur merata. Abura soba cocok bagi pencinta mi dengan rasa gurih yang lebih intens.

17. Tomato Ramen (Ramen Kuah Tomat)

Tomato ramen menjadi salah satu jenis mie ramen Jepang modern yang menawarkan cita rasa berbeda dari ramen tradisional.

Kuahnya menggunakan tomat sebagai salah satu bahan utama sehingga menghasilkan perpaduan rasa asam, gurih, dan sedikit manis.

Beberapa variasi tomato ramen menggunakan tambahan ayam, sayuran, atau keju untuk memperkaya rasa. Hidangan ini cocok bagi pelanggan yang ingin mencoba ramen dengan karakter kuah lebih segar.

18. Hiyashi Ramen (Ramen Dingin)

Hiyashi ramen merupakan ramen yang disajikan menggunakan kuah dingin. Hidangan ini cukup populer sebagai makanan yang menyegarkan saat musim panas di Jepang.

Kuahnya umumnya memiliki rasa ringan dengan perpaduan bumbu gurih yang menyegarkan.

Berbeda dengan ramen panas, hiyashi ramen menawarkan sensasi mi dingin dengan berbagai pilihan topping. Jenis ini cocok bagi pengunjung yang ingin mencoba cara penyajian ramen yang tidak biasa.

19. Kyoto Ramen (Ramen Khas Kyoto)

Kyoto ramen merupakan salah satu jenis mie ramen Jepang yang memiliki beragam variasi kuah dengan cita rasa gurih.

Banyak kedai di Kyoto menggunakan kaldu ayam atau kaldu hewani lainnya yang dipadukan dengan kecap asin. Beberapa versi memiliki kuah yang cukup kental dan kaya rasa.

Kyoto ramen umumnya disajikan bersama mi bertekstur kenyal, irisan daging, serta daun bawang.

20. Onomichi Ramen (Ramen Khas Onomichi)

Onomichi ramen merupakan ramen khas Kota Onomichi di Prefektur Hiroshima. Hidangan ini terkenal dengan kuah berbumbu kecap asin dan tambahan lemak di permukaannya.

Kaldu yang digunakan sering memadukan bahan seafood dan hewani sehingga menghasilkan cita rasa gurih yang khas.

Mi Onomichi ramen umumnya berbentuk pipih dengan tekstur kenyal. Perpaduan tersebut membuatnya memiliki karakter berbeda dari ramen berkuah kental.

21. Okinawa Soba (Mi Kuah Khas Okinawa)

Okinawa soba merupakan hidangan mi tradisional yang berasal dari wilayah Okinawa. Walaupun menggunakan nama soba, mi ini dibuat dari tepung gandum, bukan tepung soba.

Okinawa soba biasanya disajikan bersama kaldu gurih dengan topping berupa daging babi, daun bawang, dan acar jahe.

Hidangan ini secara teknis bukan ramen, tetapi sering dibahas bersama berbagai hidangan mi Jepang karena memiliki kesamaan dalam cara penyajian.

Kertas Alas Makanan Cap Gajah untuk Sajian Pendamping Ramen

Beragam jenis mie ramen Jepang memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kuah gurih hingga sajian tanpa kuah. Namun, pengalaman menikmati ramen tidak hanya ditentukan oleh rasa mi dan kaldunya, melainkan juga oleh makanan pendamping serta tampilan penyajiannya.

Beberapa hidangan pendamping seperti gyoza, chicken karaage, dan tempura sering disajikan menggunakan kertas alas piring untuk memberikan kesan lebih rapi, bersih, dan estetik. Bagi pemilik restoran Jepang, pemilihan kertas alas makanan yang aman untuk bersentuhan langsung dengan makanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Sebagai solusi, Kertas Nasi Cap Gajah jenis MG Paper (Machine Glazed Paper) dapat digunakan sebagai kertas alas penyajian makanan sesuai dengan spesifikasi produknya. Dengan kualitas Food Grade dan karakter permukaan kertas yang halus, MG Paper Cap Gajah membantu mendukung tampilan makanan yang lebih tertata dan profesional.