Menentukan ukuran kertas bungkus yang tepat untuk makanan merupakan salah satu langkah penting dalam proses pengemasan, terutama bagi pelaku usaha kuliner.
Dengan ukuran kertas yang sesuai dapat membantu menghasilkan kemasan lebih rapi, mempermudah proses pembungkusan, serta mengurangi penggunaan material secara berlebihan.
Sayangnya, sebagian pelaku usaha masih memilih ukuran kertas hanya berdasarkan kebiasaan, tanpa mempertimbangkan kebutuhan pengemasan sebenarnya. .
Karena itu, penting untuk memahami cara menentukan ukuran pembungkus berdasarkan selengkapnya disini.
Mengapa Ukuran Kertas Bungkus Penting untuk Kemasan Makanan?
Ukuran kertas bungkus memiliki peran penting dalam menentukan kepraktisan dan kerapian kemasan makanan.
Kertas yang terlalu kecil dapat menyebabkan makanan sulit ditutup dengan baik. Kondisi tersebut berpotensi membuat kemasan mudah terbuka selama proses pengemasan atau ketika dibawa pelanggan.
Sebaliknya, penggunaan kertas terlalu besar dapat meningkatkan konsumsi material yang sebenarnya tidak diperlukan.
Bagi usaha dengan volume penjualan tinggi, perbedaan penggunaan kertas pada setiap porsi dapat memengaruhi total kebutuhan kemasan.
Selain efisiensi, ukuran juga berkaitan dengan kemudahan proses pelayanan.
Karyawan yang menggunakan ukuran kertas sesuai standar dapat membungkus makanan dengan teknik lebih konsisten.
Hal tersebut membantu menghasilkan tampilan kemasan yang relatif seragam, terutama pada warung makan, restoran takeaway, dan usaha katering.
Namun, ukuran bukan satu-satunya pertimbangan. Jenis bahan dan kesesuaiannya untuk kontak dengan makanan tetap harus diperhatikan.
Dengan menentukan ukuran yang tepat sejak awal, pemilik usaha dapat mengelola kebutuhan kemasan secara lebih terencana.
Faktor yang Menentukan Ukuran Kertas Bungkus untuk Makanan
Sebelum menentukan ukuran, pelaku usaha perlu memahami beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan pembungkus.
Dalam penggunaan kertas bungkus makanan, ukuran harus disesuaikan dengan karakteristik produk, bukan hanya berdasarkan perkiraan visual.
1. Volume dan Porsi Makanan
Porsi makanan merupakan faktor utama dalam menentukan ukuran kertas.
Nasi dengan satu lauk membutuhkan ruang berbeda dibandingkan nasi campur dengan beberapa lauk tambahan.
Semakin besar volume makanan, semakin luas permukaan kertas yang mungkin diperlukan.
2. Bentuk Makanan
Makanan berbentuk bulat, persegi, atau memanjang membutuhkan teknik pembungkusan berbeda.
Burger, misalnya, memerlukan ruang lipatan yang mengikuti bentuk produk.
Sementara itu, nasi bungkus biasanya membutuhkan lipatan yang dapat menutup makanan dari beberapa sisi.
3. Kandungan Minyak dan Cairan
Makanan berminyak atau lembap membutuhkan perhatian terhadap karakteristik material pembungkus.
Ukuran yang lebih besar tidak otomatis dapat mencegah rembesan minyak atau kebocoran cairan.
Karena itu, pilih bahan yang sesuai dengan kondisi makanan.
4. Teknik Pembungkusan
Setiap teknik lipatan membutuhkan ruang tambahan.
Kertas yang hanya cukup menutupi makanan belum tentu dapat dilipat menjadi kemasan yang rapi.
Dengan mempertimbangkan keempat faktor tersebut, pemilihan ukuran dapat dilakukan secara lebih tepat.
Cara Kertas Bungkus Sesuai Ukuran Kebutuhan
Jenis Kertas Bungkus Khusus Makanan
Kertas bungkus memiliki beberapa kategori berdasarkan warna dan ukurannya.
Kertas pembungkus makanan umumnya punya dua warna yakni coklat dan putih. Kertas bungkus khusus makanan warna coklat namanya Laminated Wrapping Kraft (LWK). Sementara kertas nasi warna putih bernama Laminated Machine Glazzed (LMG).

Baik LWK dan LMG punya ukuran kertas bungkus yang tepat untuk makanan yang berbeda-beda. Misalnya Cap Gajah, merk kertas bungkus makanan produksi PT Suparma Tbk menghadirkan LWK yang berukuran antara 28cm x 38 cm.


Sementara LMG Cap Gajah ukurannya lebih kecil daripada LWK Cap Gajah yaitu 25cm x 27 cm
Cara Membungkus Produk Menggunakan Kertas Bungkus
Cara membungkus produk menggunakan kertas bungkus perlu disesuaikan dengan bentuk, ukuran, dan karakteristik makanan agar kemasan terlihat rapi, praktis, serta nyaman digunakan pelanggan. Berikut beberapa model lipatan kertas bungkus khusus makanan yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis makanan.
1. Lipatan Amplop (Envelope Fold) untuk Nasi dan Makanan Berat
Teknik lipatan amplop cocok digunakan untuk membungkus nasi campur, nasi dengan lauk-pauk, dan makanan berat lainnya. Caranya, bentangkan kertas bungkus dengan posisi menyerupai belah ketupat, kemudian letakkan makanan di bagian tengah. Lipat sisi bawah ke atas, lanjutkan dengan melipat sisi kanan dan kiri ke tengah, lalu tutup menggunakan sisi atas. Teknik ini membantu menjaga makanan tetap berada dalam bungkusan dan menghasilkan kemasan yang rapi. Untuk makanan berkuah, gunakan wadah tambahan yang sesuai.
2. Lipatan Kantong (Pocket Fold) untuk Burger
Model lipatan kantong cocok untuk burger karena membantu pelanggan memegang makanan tanpa harus membuka seluruh pembungkus. Letakkan burger di tengah kertas, kemudian lipat bagian bawah ke atas sebagai penahan. Selanjutnya, lipat sisi kanan dan kiri mengikuti bentuk burger, sementara bagian atas dapat dibiarkan sedikit terbuka. Teknik ini praktis untuk burger yang langsung dikonsumsi maupun disajikan sebagai makanan takeaway dengan kemasan luar tambahan.
3. Lipatan Gulung (Wrap Fold) untuk Hotdog, Kebab, dan Sandwich
Untuk makanan berbentuk panjang seperti hotdog, kebab, dan sandwich, teknik lipatan gulung menjadi pilihan praktis. Letakkan makanan secara horizontal atau diagonal di atas kertas, kemudian lipat salah satu ujung sebagai penahan. Setelah itu, gulung kertas mengikuti bentuk makanan hingga terbungkus dengan rapi. Model ini membantu menjaga posisi isian dan memudahkan pelanggan menikmati makanan secara bertahap.
4. Lipatan Kerucut (Cone Fold) untuk Gorengan dan Snack
Lipatan kerucut cocok digunakan untuk kentang goreng, gorengan kecil, dan berbagai makanan ringan. Caranya, ambil selembar kertas berbentuk persegi, kemudian gulung dari salah satu sudut hingga membentuk kerucut. Lipat bagian ujung bawah agar lebih tertutup sebelum memasukkan makanan. Model ini memberikan tampilan penyajian yang praktis dan memudahkan pelanggan mengambil makanan secara langsung.
5. Lipatan Paket (Parcel Fold) untuk Roti Lapis dan Pastry
Teknik lipatan paket dapat digunakan untuk membungkus roti lapis, pastry, dan makanan berbentuk persegi panjang. Letakkan makanan di tengah kertas, lipat kedua sisi panjang ke arah tengah hingga saling bertemu atau sedikit bertumpuk, kemudian lipat kedua ujungnya ke bagian bawah. Hasilnya berupa kemasan berbentuk paket yang lebih ringkas, sehingga mudah disusun atau dimasukkan ke dalam tas makanan.
Setiap teknik lipatan sebaiknya menggunakan kertas bungkus makanan dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai, terutama untuk makanan panas, berminyak, atau mengandung saus. Dengan memilih model lipatan yang tepat, pelaku usaha kuliner dapat meningkatkan kerapian kemasan, mengurangi penggunaan kertas berlebihan, dan memberikan pengalaman makan yang lebih nyaman bagi pelanggan.
Kesalahan Memilih Ukuran Kertas Bungkus yang Perlu Dihindari
Meskipun terlihat sederhana, kesalahan memilih ukuran kertas bungkus dapat memengaruhi proses pengemasan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan ukuran yang sama untuk seluruh menu tanpa mempertimbangkan perbedaan porsi.
Padahal, makanan dengan volume berbeda membutuhkan ruang pembungkus yang tidak selalu sama.
Kesalahan lainnya adalah memilih ukuran terlalu kecil demi menghemat biaya.
Kertas yang terlalu kecil justru dapat menyulitkan proses pelipatan dan meningkatkan risiko kemasan terbuka.
Sebaliknya, penggunaan ukuran terlalu besar dapat menyebabkan pemborosan material.
Pelaku usaha juga perlu menghindari pemilihan ukuran hanya berdasarkan tampilan kemasan kosong.
Ukuran harus diuji menggunakan makanan sebenarnya agar hasilnya lebih akurat.
Selain itu, jangan menganggap bahwa kertas berukuran besar otomatis lebih mampu menahan minyak atau cairan.
Kemampuan tersebut bergantung pada karakteristik material, bukan semata-mata luas kertas.
Untuk menghindari kesalahan tersebut, lakukan evaluasi berkala terhadap kebutuhan kemasan berdasarkan menu, porsi, dan volume penjualan.
Pilihan Kertas Nasi Cap Gajah untuk Kebutuhan Kemasan
Setelah memahami ukuran kertas bungkus yang tepat untuk makanan, langkah berikutnya adalah memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Kertas Nasi Cap Gajah dari PT Suparma Tbk.
Cap Gajah menghadirkan dua pilihan produk utama untuk kebutuhan pembungkus makanan, yaitu LWK (kertas nasi coklat) dan LMG (kertas nasi putih).
Kedua produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan pengemasan makanan sehari-hari dan dapat dipertimbangkan oleh berbagai pelaku usaha kuliner.
Kertas Nasi Cap Gajah LWK

LWK merupakan kertas nasi berwarna coklat yang dapat digunakan sebagai pilihan pembungkus makanan sesuai spesifikasi produknya.
Produk ini dapat dipertimbangkan oleh warung makan, pedagang nasi bungkus, dan usaha kuliner yang membutuhkan pembungkus dengan tampilan coklat.
Kertas Nasi Cap Gajah LMG


LMG merupakan kertas nasi berwarna putih yang juga ditujukan untuk kebutuhan pembungkus makanan.
Produk ini dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang menginginkan tampilan pembungkus berwarna putih.
Dalam menentukan pilihan, perhatikan jenis makanan, porsi, dan kebutuhan ukuran.
Untuk memastikan ukuran yang tersedia, spesifikasi, serta ketersediaan produk, Anda dapat menghubungi tim sales atau distributor resmi.
Sedang mencari kertas bungkus untuk kebutuhan usaha kuliner Anda? Silahkan klik tombol dibawah ini untuk membeli Cap Gajah harga murah
FAQ: